Sekelumit Sejarah

Catatan & Riset Ringkas Peradaban Nusantara


Kemerdekaan & Revolusi5 mnt baca

Bung Tomo & Pekikan Radio Pemberontakan dalam Pertempuran Surabaya 1945

Dibalik pertempuran sengit di jalanan Surabaya, pemancar radio rakitan di Jalan Mawar menjadi senjata psikologis paling dahsyat dalam memompa semangat para pemuda.

Siti Nurhaliza

Siti Nurhaliza

Penulis Sejarah · Rabu, 22 Juli 2026

Bung Tomo & Pekikan Radio Pemberontakan dalam Pertempuran Surabaya 1945
Ilustrasi arsip — Bung Tomo & Pekikan Radio Pemberontakan dalam Pertempuran Surabaya 1945

Pagi hari tanggal 10 November 1945, Surabaya diselimuti asap tebal bom artileri sekutu. Pasukan Sekutu di bawah pimpinan Jenderal Mansergh mengultimatum rakyat Surabaya untuk menyerahkan senjata dengan mengangkat tangan. Namun, balasan yang mereka terima adalah perlawanan semesta dari seluruh lapisan masyarakat.

"Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih, maka selama itu tidak akan kita akan menyerah kepada siapapun juga! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!" — Bung Tomo, Siaran Radio Pemberontakan (RPR) 1945

Peran Strategis Radio Pemberontakan (RPR)

Sutomo atau Bung Tomo memahami bahwa perang kemerdekaan bukan hanya pertempuran amunisi di garis depan, melainkan perang narasi dan moril. Bersama kawan-kawan dari KRI (Komite Republik Indonesia), didirikanlah pemancar radio independen di Jalan Mawar No. 4 Surabaya.

Kata Kunci#Surabaya 1945

Tentang Penulis

Siti Nurhaliza

Siti Nurhaliza

Peneliti dan kontributor riset literasi sejarah Nusantara di SekelumitSejarah.com. Berfokus pada kajian naskah kuno, diplomasi maritim, dan strategi kemerdekaan.

Catatan Sejarah Terkait

Ruang Diskusi & Tanggapan(0)

Moderatif & santun

Sampaikan tanggapan Anda

Belum ada tanggapan untuk artikel ini. Jadilah pembaca pertama yang memberi ulasan.