Sekelumit Sejarah

Catatan & Riset Ringkas Peradaban Nusantara


Kerajaan & Peradaban6 mnt baca

Jejak Peradaban Majapahit & Strategi Sumpah Palapa Gajah Mada

Bagaimana sebuah ikrar politik di balairung kerajaan Trowulan berhasil menyatukan jalinan niaga dan pertahanan di kepulauan Nusantara abad ke-14?

Raden Haryo

Raden Haryo

Penulis Sejarah · Selasa, 28 Juli 2026

Jejak Peradaban Majapahit & Strategi Sumpah Palapa Gajah Mada
Ilustrasi arsip — Jejak Peradaban Majapahit & Strategi Sumpah Palapa Gajah Mada

Pada abad ke-14 Masehi, di ibu kota Trowulan yang megah dan berbenteng bata merah, Mahapatih Gajah Mada mengucapkan sebuah ikrar yang akan terus bergema dalam historiografi Indonesia: Sumpah Palapa. Dalam naskah Pararaton, dinyatakan bahwa Gajah Mada tidak akan mengambil 'palapa' (kenikmatan duniawi atau istirahat) sebelum mengembalikan persatuan bagi wilayah Nusantara di bawah naungan panji Wilwatikta.

"Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa." — Naskah Pararaton, pupuh Kakawin Nagarakretagama

Jaringan Niaga dan Armada Bahari Laksamana Nala

Kejayaan Majapahit tidak sekadar ditopang oleh kekuatan agraria di pedalaman lembah Sungai Brantas dan Bengawan Solo, melainkan oleh kekuatan maritim yang luar biasa. Laksamana Mpu Nala merancang kapal-kapal bercadik besar (jung Majapahit) dengan papan ganda yang mampu menembus gelombang Laut Jawa hingga Laut China Selatan.

Kota-kota pelabuhan seperti Tuban, Gresik, dan Hujung Galuh menjadi pusat pertemuan pedagang dari India, Tiongkok, Persia, hingga Kepulauan Maluku. Majapahit tidak menjajah secara teritorial ketat, melainkan menerapkan sistem patronase kemitraan dan jaminan keamanan jalur pelayaran emas.

Peninggalan Arsitektur di Trowulan

Hingga kini, sisa-sisa kemegahan Majapahit dapat kita temui di Trowulan, Mojokerto. Gapura Wringin Lawang dengan gaya Candi Bentar, Candi Bajang Ratu yang elegan, serta Kolam Segaran seluas 6,5 hektar menunjukkan betapa tingginya penguasaan tata kota dan rekayasa hidrolik masyarakat Jawa abad pertengahan.

Tentang Penulis

Raden Haryo

Raden Haryo

Peneliti dan kontributor riset literasi sejarah Nusantara di SekelumitSejarah.com. Berfokus pada kajian naskah kuno, diplomasi maritim, dan strategi kemerdekaan.

Catatan Sejarah Terkait

Ruang Diskusi & Tanggapan(1)

Moderatif & santun

Sampaikan tanggapan Anda

Andi Wijaya
28 Jul 2026
Tulisan yang sangat menarik! Penjelasannya jernih dan enak dibaca.